“Trial and Error” : Habiskan Jatah Gagalmu

by on

28 Oktober lalu, Indonesia merayakan Hari Sumpah Pemuda ke-87. Semangat kepemudaan digemakan melalui media sosial, spanduk dan banner di jalan-jalan. Acara-acara digelar pemuda untuk membuktikan kecintaannya pada bangsa dan negeri ini.

2 hari lalu, 1 November adalah Hari Inovasi Nasional. Masih berkaitan dengan pemuda, inovasi harusnya lahir dari jerih payah para pemuda-pemudi Indonesia. Inovasi mustahil berhasil tanpa trial and error. Trial and error adalah istilah dalam bahasa Inggris yang merujuk pada metode di mana seseorang membuat banyak kesalahan dalam proses belajar atau memecahkan masalah

Dengan membuat kesalahan, diharapkan seseorang dapat belajar dari kesalahan tersebut, tidak mengulangi kesalahan yang sama sampai ia bisa menemukan jalan keluar atau menguasai sesuatu. Tahukah kamu bahwa Thomas Alfa Edison gagal 10.000 kali sebelum ia berhasil membuat lampu listrik?

Kesalahan tak melulu soal kegagalan

Begitupun dalam proses belajar, termasuk belajar bahasa Inggris. Jangan takut membuat kesalahan. Menurut Karen L. Smith dalam jurnalnya Avoidance, Overuse and Misuse: Three Trial and Error Learning Strategies of Second Language Learners, errors atau kesalahan sekarang telah diterima sebagai indikator di mana pembelajar berprogres. Untuk menguasai suatu bahasa asing, pembelajar akan dan harus membuat kesalahan.

Kenali kesalahanmu, karena dengan kesalahan tersebut kamu akan belajar untuk meminimalisasinya, mencari kebenaran, dan tidak mengulanginya. Banyaklah belajar dari guru, teman, internet, buku, lagu dan film. Berlatihlah bersama guru atau temanmu. Kamu pun bisa berlatih sendiri. Misalnya, untuk belajar melafalkan suatu kata kamu bisa berlatih di depan cermin atau merekam suaramu sendiri, berkali-kali, berulang-ulang sampai kamu bisa melafalkannya dengan baik dan benar.

Cobalah menulis sebuah cerita atau laporan dalam bahasa Inggris. Minta kawanmu untuk mengevaluasi tulisanmu dan perbaiki terus kesalahan bahasamu. Terus sampai kamu paham dan mahir. Jangan takut untuk berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris. Praktekkan metode trial and error. Seperti kata pepatah, “If you’re not making mistakes, you’re not doing anything” (Jika kamu tak membuat kesalahan, itu berarti kamu tak melakukan apapun)

Referensi:

Smith, K. L. (1982). Avoidance, Overuse and Misuse: Three Trial and Error Learning Strategies of Second Language Learners. Hispania, 65, 605-609http://www.jstor.org/stable/342383?seq=1#page_scan_tab_contents

http://www.thefreedictionary.com/trial+and+error

http://www.merriam-webster.com/dictionary/trial%20and%20error

visit our website:
Donwload aplikasi Bahaso:
AppStore: bit.ly/BahasoApp
Follow Sosial Media Bahaso untuk konten lainnya:
FB: (Bahaso) bit.ly/BahasoFB
Twitter: (@Bahaso) bit.ly/BahasoTwitter
Instagram: (@bahasodotcom) bit.ly/BahasoIG
Youtube: (Bahaso) bit.ly/Bahaso

You may also like


Fatal error: Uncaught exception 'wfWAFStorageFileException' with message 'Unable to save temporary file for atomic writing.' in /home/forge/dev.bl.bahaso.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:35 Stack trace: #0 /home/forge/dev.bl.bahaso.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(659): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/forge/dev...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/forge/dev.bl.bahaso.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 35