Fakta di Balik Cerita Dongeng Ternama

by on

ALERT: This article will ruin your childhood!

Fairy

 “… and they lived happily ever after!”

Kalau kamu pecinta dongeng-dongeng romantis pasti tidak asing dengan kata-kata tersebut.  Yup, kata-kata itu sering sekali muncul di cerita-cerita dongeng seperti Cinderella, Snow White, Beauty and the Beast dan sebagainya. Umumnya, kita menganggap dongeng-dongeng seperti itu akan selalu berakhir bahagia. Tapi kamu sudah tahu belum sih bahwa dalam cerita versi aslinya, tidak semua cerita dongeng di atas terasa indah? Beberapa kisah bahkan jauh lebih sadis dari apa yang ditayangkan oleh rumah produksi seperti Disney.

giphy (5)

  1. Cinderella

Hidup sebagai seorang yatim-piatu yang selalu disiksa oleh ibu dan saudara-saudara tirinya, cerita Cinderella sudah cukup membuat iba penontonnya. Tapi tahukah kamu bahwa dalam cerita versi lain, tidak hanya Cinderella saja yang mengalami kisah menyedihkan. Dalam cerita karya Brothers Grimm ini, salah satu dari kedua saudara tiri Cinderella harus memotong kakinya agar bisa muat dengan sepatu Cinderella. Kemudian saat Cinderella menikah, saudara tirinya yang sudah berniat datang diserang oleh sekumpulan burung yang mematuki mata mereka hingga buta! Sadis ya! Do you think they got what they deserved?

 

  1. Little Mermaid

Love is letting go of the one you love.” Kutipan ini barangkali tepat untuk menggambarkan kisah Little Mermaid. Putri duyung yang jatuh hati pada seorang pangeran meminta penyihir laut untuk mengubahnya menjadi manusia dan sebagai gantinya ia menjadi bisu.  Dalam cerita versi Disney, si putri duyung akhirnya menikah dengan sang pangeran. Padahal di cerita asli karya Hans Christian Andersen ini, Pangeran akhirnya menikah dengan wanita lain yang dia kira telah menyelamatkan hidupnya. Yang lebih menyedihkan adalah si putri duyung yang bisu dan patah hati harus menanggung konsekuensi karena ia tak berhasil menemukan cinta sejatinya, yaitu dengan berubah menjadi buih di lautan. Sebenarnya dia bias berubah menjadi putri duyung lagi jika ia membunuh sang pangeran, tapi dia lebih memilih untuk melepaskan sang pangeran dan mengorbankan dirinya sendiri.giphy (4)

Wah, sedih sekali ya! Kalau kamu adalah putri duyung tersebut, kira-kira kamu mau ambil pilihan yang mana?

 

  1. Sleeping Beauty

Cerita Sleeping Beauty atau Si Putri Tidur ini mungkin merupakan cerita paling tragis di antara yang lain. Tidak seperti yang kita dengar atau lihat selama ini, bukan sang pangeran yang datang untuk menyelamatkan si Putri Tidur. Bahkan tidak ada pangeran dalam cerita ini. Yang ada hanyalah seorang bangsawan yang datang, memindahkan putri tidur ke kamar, dan menghamili sang putri hingga ia melahirkan dua orang bayi kembar mungil walaupun sedang dalam keadaan tertidur. Putri tidur sendiri akhirnya bangun setelah salah satu dari bayi kembarnya menyedot keluar jarum pemintal benang yang menusuk jari si Putri Tidur. Agak tidak masuk akal sih ya? Namanya juga dongeng. Walaupun akhirnya dia menikah dengan sang bangsawan, ternyata bangsawan tersebut telah beristri dan istrinya ingin membunuh si Putri Salju dan kedua anaknya. Miris ya?

49882186

Nah, itu tadi adalah beberapa dongeng terkenal yang berbeda dengan cerita aslinya. Bagaimana? Setelah baca, kamu masih mau bilang “mau tinggal di negeri dongeng?”

visit our website:
Donwload aplikasi Bahaso:
AppStore: bit.ly/BahasoApp
Follow Sosial Media Bahaso untuk konten lainnya:
FB: (Bahaso) bit.ly/BahasoFB
Twitter: (@Bahaso) bit.ly/BahasoTwitter
Instagram: (@bahasodotcom) bit.ly/BahasoIG
Youtube: (Bahaso) bit.ly/Bahaso

You may also like


Fatal error: Uncaught exception 'wfWAFStorageFileException' with message 'Unable to verify temporary file contents for atomic writing.' in /home/forge/dev.bl.bahaso.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:52 Stack trace: #0 /home/forge/dev.bl.bahaso.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(659): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/forge/dev...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/forge/dev.bl.bahaso.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 52