3 Pola Tindak Tutur Penutur Asli

by on

Sebagai pembelajar yang memiliki bahasa ibu bukan bahasa Inggris, terkadang kita perlu kerja lebih keras untuk bisa memahami apa yang penutur asli (native speakers) katakan. Pola tindak tutur (speech pattern) penutur asli tentu beda dengan yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Hal ini bisa disebabkan oleh aksen bahasa ibu yang berbeda dengan bahasa Inggris. Selain itu, bahasa Inggris juga memiliki huruf vokal dan diftong, dan beberapa di antaranya mirip satu samaa lain. Penutur asli juga sering memendekkan dan menghubungkan bunyi dua atau lebih kata. Contoh, how is it going? menjadi how’zit going?.

Namun, bukan mustahil kita bisa berbicara dengan pelafalan dan akses seperti penutur asli, tapi yang jauh lebih utama sebelum kita meniru mereka adalah memahami apa yang mereka katakan. Untuk itu, kita perlu tahu beberapa pola tindak tutur para penutur asli.

1. Contraction: Contracted Verbs and Negative

Kamu pasti tidak asing lagi dengan ini: I’m, He’s, We’ve, They’ll, won’t, couldn’t, dan lain lain.

Lihat artikel mengenai Double Contraction.

Perlu diingat adalah penutur asli selalu menggunakan pola ini ketika mereka berbicara, kecuali ketika mereka ingin menekankan sesuatu. Oleh sebab itu, ada perbedaan  nada dan makna antara:

Okay, I’ll do it. (tidak ada penekanan pada I’ll. Tidak terdapat emosi tertentu)

I will do it. Nothing can stop me. (ada penekanan pada will untuk menunjukkan keteguhan)

Coba kamu gunakan kebiasaan ini ketika kamu berbicara dalam bahasa Inggris. Selain kamu terdengar lebih natural, kamu juga bisa mengenali pola tindak tutur penutur asli sehingga lebih mudah mengerti apa yang mereka katakan. Tapi jangan gunakan contraction dalam keperluan formal seperti artikel, tesis, surat, dan sebagainya.

2. Weak Forms

Grammatical words seperti modal verbs, possessive adjectives, prepositions, dll jarang dilafalkan secara lengkap dalam sebuah kalimat. Huruf vokal dalam kata-kata tersebut seringkali direduksi menjadi vokal yang lebih pendek atau dihilangkan sama sekali.

Contoh:

  • I can ski. Namun, dalam kalimat “can” akan terdengar seperti “kn”, menjadi I kn ski.
  • Here’s my book. Dalam kalimat akan terdengar Here’s book.
  • It’s for you. Dalam kalimat akan terdengar It’s you.

Sebenarnya, kamu tak perlu mengikuti pola ini dalam berbicara karena dengan melafalkan setiap kata sesuai dengan pelafalan aslinya, pesan yang kamu sampaikan akan lebih jelas. Namun, kamu harus perhatikan dan mengantisipasi pola tindak tutur ini ketika kamu mendengarkan penutur asli.

3. Phonetic Links

Secara umum, setiap kata yang diawali dengan huruf vokal, dalam pelafalannya, terhubung dengan kata sebelumnya. Dan, ini membuatnya agak susah untuk mendengar suatu kalimat kata per kata.

Contoh:

  • He works as an engineer.

Kita punya 3 kata yang diawali dengan huruf vokal: as, an, engineer. Dalam kalimat, mereka saling terhubung satu sama lain dalam pelafalannya menjadi He work sazanen gineer.

  • She is interested in it.

Kita punya 4 kata yang diawali dengan huruf vokal: is, interested, in, it. Dan, mereka semua saling bertemu dalam pelafalannya, menjadi She(y)isinterestedinit. Terdapat semi-vokal (y) yang menghubungkan huruf vokal di akhir kata “she” dan huruf vokal di awal kata “is”.

  • They went to an amazing place.

Terdapat 2 kata, yang pertama diakhiri dengan (t) dan yang kedua diawali dengan (t) dan saling terhubung satu sama lain, dan 2 kata yang diawali dengan huruf vokal, an, amazing. Sekali lagi, semuanya saling bertemu dalam pelafalannya, menjadi They wentto(w)anamazing place. Terdapat semi-vokal (w) yang  menghubungkan “to” dan “an”.

Sekali lagi, sebenernya kamu tidak harus meniru pola yang ini ketika kamu berbicara karena pesan yang kamu sampaikan akan jauh lebih jelas. Tapi, kamu harus sadar dan mengantisipasi penggunaan pola ini ketika kamu mendengarkan penutur asli.

4. All in One

Seringkali, kita menemuka penutur asli yang berbicara dengan menggabungkan ketiga pola di atas. Saat-saat seperti ini adalah tantangan bagi kita para pembelajar bahasa Inggris.

Contoh :

  • He won’t accept it from me.

Terdapat contraction “won’t”, dua kata yang diawali huruf vokal “accept” dan “it”, dan preposition “from”. Dalam tuturan terhubung (connected speech) akan terdengar He won’tacceptit frәmme.

 

Jika kamu ingin mendengarkan langsung bagaimana pelafalannya, kamu bisa cek di

visit our website:
Donwload aplikasi Bahaso:
AppStore: bit.ly/BahasoApp
Follow Sosial Media Bahaso untuk konten lainnya:
FB: (Bahaso) bit.ly/BahasoFB
Twitter: (@Bahaso) bit.ly/BahasoTwitter
Instagram: (@bahasodotcom) bit.ly/BahasoIG
Youtube: (Bahaso) bit.ly/Bahaso

You may also like


Fatal error: Uncaught exception 'wfWAFStorageFileException' with message 'Unable to save temporary file for atomic writing.' in /home/forge/dev.bl.bahaso.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:35 Stack trace: #0 /home/forge/dev.bl.bahaso.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(659): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/forge/dev...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig('livewaf') #2 {main} thrown in /home/forge/dev.bl.bahaso.com/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 35